Sunday, July 31, 2011

KELEBIHAN SURAH AL-MULK



Surah Al Mulk adalah surah keamanan dan keselamatan, kerana ia menyelamatkan pembaca-pembacanya dari siksa kubur. Sejarah telah membuktikan seperti yang berlaku di zaman Rasulullah Shallallahu 'Alaihi Wasallam. Ibnu Abbas menceritakan:"


Pernah suatu ketika setengah para sahabat berkhemah di atas kubur. Mereka sebenarnya tidak menyangka tempat itu adalah kubur. Setelah beberapa ketika berada di dalam khemah, mereka tiba-tiba terdengar suara orang membaca Surah Al Mulk dari mula hinggalah akhirnya. Suara itu datangnya dari dalam tanah. Tahulah mereka, sebenarnya mereka sedang berkhemah di atas kubur. Kemudian hal itu diadukan kepada Rasulullah Shallallahu 'Alaihi Wasallam lalu baginda bersabda yang bermaksud: "Surah Al Mulk adalah surah pelepasan kerana ia menghindar pembacanya dari azab neraka.


Meskipun begitu, Surah Al Mulk juga mempunyai kelebihan-kelebihan yang lain. Diantara kelebihan-kelebihan Surah ini adalah:


1. Abu Hurairah meriwayatkan hadis, katanya yang bermaksud: "Sesungguhnya di dalam Al-Quran itu, ada satu surah yang mengandungi 30 ayat, ia mensyafaat bagi lelaki yang membacanya. Maka selagi mana lelaki itu membacanya, selagi itu pula ia meminta ampun untuknya. Surah itu ialah surah Al Mulk."


2. Rasulullah Shallallahu 'Alaihi Wasallam bersabda yang bermaksud: "Surah Al Mulk itu memelihara dan menghindarkan pembacanya dari azab kubur."


3. Rasulullah Shallallahu 'Alaihi Wasallam bersabda yang bermaksud: "Aku sungguh gembira, sekiranya orang mukmin sentiasa membaca surah Al Mulk sehingga seolah-olah surah itu tertulis di dalam hatinya."


4. Rasulullah Shallallahu 'Alaihi Wasallam bersabda yang bermaksud: "Barangsiapa membaca surah Al Mulk setiap malam, diselamatkannya dari azab kubur."


5. Rasulullah Shallallahu 'Alaihi Wasallam bersabda yang bermaksud: "Sesiapa membaca surah Al Mulk pada mana-mana malam, nescaya datang ke dalam kuburnya surah itu sebagai pengganti untuk bersoal jawab dengan Munkar Nakir.


6. Rasulullah Shallallahu 'Alaihi Wasallam bersabda yang bermaksud: "Sesungguhnya di dalam Al-Quran ada satu surah yang terkandung 30 ayat. Surah itu ialah surah Al Mulk. Ia akan datang kepada pembacanya untuk membantu bersoal jawab dalam kubur sehinggalah mereka selamat masuk ke dalam Syurga."


7. Rasulullah Shallallahu 'Alaihi Wasallam bersabda yang bermaksud: "Sebahagian surah-surah yang terdapat di dalam Al-Quran ada satu surah yang mengandungi 30 ayat. Surah itu surah Al Mulk. Ia memberi syafaat kepada orang yang membacanya dengan mengeluarkannya dari Neraka dan memasukkannya ke dalam Syurga."


8. Ulama berkata: "Sesungguhnya Rasulullah Shallallahu 'Alaihi Wasallam tidak akan beradu melainkan setelah membaca surah As Sajadah dan surah Al Mulk."


9. Ulama berkata: "Sesungguhnya surah Al Mulk itu melepaskan pengamal-pengamalnya dari kena azab. Ia akan bersoal jawab pada hari kiamat di hadapan tuhan kerana menuntut kelepasan mereka yang mengamalkannya dari azab api Neraka."


10. Saiyidina 'Ali berkata: "Barangsiapa mengamalkan surah Al Mulk, nescaya dibawa ia pada hari kiamat di atas sayap malaikat serta wajahnya yang cantik seperti nabi Yusuf."


11. Ulama berkata: "Sesungguhnya surah Yasin dan surah Al Mulk terkandung di dalamnya beberapa rahsia dan kelebihan. Barangsiapa mengamalkannya nescaya ia mendapat rahsia-rahsia dan kelebihan-kelebihan itu serta dikasihi oleh semua manusia dan juga menjadi hebat pada pandangan makhluk."


12. Saiyidina 'Abdullah bin Abbas berkata: "Barangsiapa membaca surah Al Mulk sehingga menjadi amalan wiridnya, nescaya ia mendapat bantuan dan pertolongan dari Allah Subhanahu wa Ta'ala di dalam kuburnya. Bila azab hendak datang ke pihak kepala, terdengar satu seruan: "Tidak boleh engkau datang ke pihak kepala ini kerana ada surah Al Mulk."Begitulah keadaanya bila azab itu pergi ke pihak kaki dan perutnya. Kerana semuanya mengandungi surah Al Mulk."

Monday, May 23, 2011

MENCAPAI HATI YANG ISTIQAMAH

Hati adalah sumber kebaikan dan keburukan seseorang. Bila hati penuh dengan ketaatan kepada Allah, maka perilaku seseorang akan penuh dengan kebaikan. Sebaliknya, bila hati penuh dengan syahwat dan hawa nafsu, maka yang akan muncul dalam perilaku adalah keburukan dan kemaksiatan.



Keburukan dan kemaksiatan ini bisa datang karena hati seseorang dalam keadaan lengah dari dzikir kepada Allah. Ibnul Qoyyim al-Jauziyah berkata, “Apabila hati seseorang itu lengah dari dzikir kepada Allah, maka setan dengan serta merta akan masuk ke dalam hati seseorang dan mempengaruhinya untuk berbuat keburukan. Masuknya setan ke dalam hati yang lengah ini, bahkan lebih cepat daripada masuknya angin ke dalam sebuah ruangan.”

Oleh karena itu, hati seorang mukmin harus senantiasa dijaga dari pengaruh setan ini. Yaitu, dengan senantiasa berada dalam sikap taat kepada Allah SWT. Upaya inilah yang disebut dengan Istiqamah.

Imam al-Qurtubi berkata, “Hati yang istiqamah adalah hati yang senantiasa lurus dalam ketaatan kepada Allah, baik berupa keyakinan, perkataan, maupun perbuatan.” Lebih lanjut beliau mengatakan, “Hati yang istiqamah adalah jalan menuju keberhasilan di dunia dan keselamatan dari azab akhirat. Hati yang istiqamah akan membuat seseorang dekat dengan kebaikan, rezekinya akan dilapangkan dan akan jauh dari hawa nafsu dan syahwat. Dengan hati yang istiqamah, maka malaikat akan turun untuk memberikan keteguhan dan keamanan serta ketenangan dari ketakutan terhadap adzab kubur. Hati yang istiqamah akan membuat amal diterima dan menghapus dosa.”

Ma’asyiral muslimin rakhimahullah!
Ada banyak cara untuk menggapai hati yang istiqamah ini. Di antaranya: pertama, meletakkan cinta kepada Allah SWT di atas segala-galanya. Ini adalah persoalan yang tidak mudah dan butuh perjuangan keras. Karena, dalam kehidupan sehari-hari kita sering mengalami benturan antara kepentingan Allah dan kepentingan makhluk, entah itu kepentingan orang tua, guru, teman, saudara, atau yang lainnya. Apabila dalam kenyataanya kita lebih mendahulukan kepentingan makhluk, maka itu pertanda bahwa kita belum meletakkan cinta Allah di atas segala-galanya.

Padahal, Allah SWT telah menegaskan bahwa siapa yang lebih mencintai sesuatu selain Allah, maka ia justru akan tersiksa dengan rasa cintanya itu. Siapa yang takut karena selain Allah, maka ia justru akan dikuasai oleh rasa takutnya itu. Siapa yang sibuk dengan selain Allah, maka ia akan mengalami kebosonan dan siapa yang mendahulukan yang lain daripada Allah, maka ia tidak akan mendapatkan keberkahan dari-Nya.

Kedua, membesarkan perintah dan larangan Allah. Membesarkan perintah dan larangan Allah harus dimulai dari membesarkan dan mengagungkan pemilik perintah dan larangan tersebut, yaitu Allah SWT. Allah SWT berfirman yang artinya, “Mengapa kamu tidak percaya akan kebesaran Allah.” Ulama dalam menafsirkan ayat ini mengatakan, “Mengapa kalian tidak takut akan kebesaran Allah.”

Membesarkan perintah Allah di antaranya adalah dengan menjaga waktu salat, melakukannya dengan khusyu, memeriksa rukun dan kesempurnaannya serta melakukannya secara berjamaah.

Ketiga, senantiasa berzikir kepada Allah. Zikir adalah wasiat Allah kepada hamba-hamba-Nya dan wasiat Rasulullah kepada ummatnya. Dalam sebuah hadis qudsi Allah SWT berfirman, “Barangsiapa yang mengingat-Ku di dalam dirinya, maka Aku akan mengingat-Nya dalam diri-Ku. Dan barang siapa yang mengingat-Ku dalam kesibukan, maka Aku akan mengingat-Nya dalam kesibukan yang lebih baik darinya.” (HR Bukhari).

Keempat, Mempelajari kisah orang-orang saleh terdahulu. Hal ini diharapkan agar kita bisa mengambil pelajaran dari mereka. Bagaimana kesabaran mereka ketika menghadapi ujian yang berat, kejujuran mereka dalam bersikap, dan keteguhan mereka dalam mempertahankan keimanan.

Allah SWT berfirman, “Sungguh dalam kisah-kisah mereka terdapat ibrah (pelajaran) bagi orang yang memiliki akal, ….”

Kelima, senantiasa berpikir tentang kebesaran ciptaan Allah. Allah SWT memiliki ciptaan yang indah dan besar. Dengan memikirkan ciptaannya diharapkan bisa menyadari betapa besar kekuasaan Allah terhadap ciptaan-Nya itu. Allah SWT berfirman, “Wahai manusia, telah diberikan kepada kalian beberapa permisalan, maka dengarkanlah (perhatikanlah) permisalan itu. Sesungguhnya orang-orang yang engkau seru selain Allah, mereka tidak akan mampu untuk menciptakan lalat, meskipun untuk melakukannya itu mereka berkumpul bersama�.”

Demikianlah beberapa hal yang akan mengantarkan kita kepada hati yang istiqamah. Dan mudah-mudahan saja kita bisa mendapatkannya

MENJAGA LISAN

~Buat peringatan diri sendiri & juga kita semua~

Setiap ucapan Bani Adam itu membahayakan dirinya (bukan memberi manfaat), kecuali kata-kata berupa amar ma’ruf nahi mungkar ( memerintahkan kebaikan, melarang kemungkaran) dan Dzikrullah Azza wa Jalla (mengingat Allah Azza wa Jalla). (HR Tirmidzi)

Mengapakah pada saat-saat beribadah kepada Allah, kita sering tidak merasakan kekhusyukan, apalagi sampai dapat menitikkan air mata, sehingga hampir tidak pernah terasakan lagi lezat dan nikmatnya menghadap Allah?


Ternyata semua itu berpangkal dari hati yang kesat dan kotor. Di dalam hati yang demikian memang tak akan pernah bersemayam nuur (cahaya) iman yang sesungguhnya.


Akibat lain dari memiliki hati yang busuk, kusam, kusut, dan kotor adalah tidak akan pernah mampu kita melahirkan kalimat-kalimat lisan yang benar dan bermutu. Tiap-tiap kalimat yang keluar dari lisan, kata Syeikh Ibnu Atha’illah, pastilah membawa corak bentuk hati yang mengeluarkannya. Betapa tidak? Hati itu bisa diibaratkan dengan teko. Teko hanya mengeluarkan isinya. Bila ia berisi air kopi, maka yang keluarpun pastilah air kopi. Demikian pula jika isinya air bening, maka yang keluar pun pstilah air bening,


Terjadinya lisan seseorang menghamburkan kata-kata kasar, menyakitkan, jorok, dan sia-sia, semua itu, tidak bisa tidak, bersumber dari hati yang tidak beres. Seseorang yang hatinya tidak selamat akan sangat sulit mengendalikan lisannya. Apa saja yang terlihat di depan matanya niscaya akan membuat lidahnya gatal untuk segera berkomentar, terlepas dari komentarnya itu bermutu atau tidak, bermanfaat bagi dirinya atau tidak, ada yang mendengarkan atau tidak. Jelas, tak akan pernah disadari bahwa perkataaanya mungkin bisa sisa-sia.


Bahakan tidak jarang pada akhirnya sang lisan jadi tergelincir ke dalam perbuatan ghibah karena hanya gemar menyelisik kekurangan dan air orang lain. Bilapun perkataannya didengar oleh orang yang dinilainya, maka jadilah ia perkataan yang menganiaya dan menyakiti perasaannya. Bahkan tidak jarang pula lebih meningkat lagi daripada itu, yakni fitnah! Padahal, sungguh pandangan manusia itu amat terbatas untuk menilai kebaikan atau keburukan seseorang.


Perkataan yang kurang bermutu dan hampa maknsa bisa juga keluar dari lisan seseorang yang didasari oleh hati yang tidak ikhlas. Ini bisa terjadi pada siapa saja. Adalah ia seroang sahabat, guru, atasan, bahkan mubaligh atau orang tua sekalipun. Mengapa ada seorang anak yang habis-habisan dinasihati oleh orang tua atau gurunya, tetapi tetap saja berkelakuan buruk? Jawabnya, mungkin karena mereka tidak menasihatinya dengan hati yang benar-benar tulus semata-mata ingin membimbing sang anak ke jalan yang benar. Mungkin nasihat itu keluar dari lisannya seraya hatinya penuh diselimuti nafsu amarah.


Mengapa pula seorang mubaligh telah habis-habisan berceramah menyampaikan kebenaran, tetapi toh tak membekas sama sekali di hati para jamaahnya? “kemungkinan yang demikian itu dari engku sendiri,” kata Muhammad bin Wasi’, seorang ulama ahli ma’rifat. Sebab, kata Wasi’, bila nasihat itu keluar dai hati yang ikhlas, pastilah masuk ke dalam hati. Sebaliknya nasihat yang hanya berupa gubahan lidah dan reka-rekaan belaka, ia akan masuk dari telinga kanan dan keluar dari telinga kiri. Sebagus apa pun kata-kata yang terucap, bila keluar dari hati yang riya, sum’ah (sekedar mencari popularitas), ujub, atau takabur, maka ia taka akan pernah mampu menghunjam ke dalam lubuh hati pendengarnya.


Lidah memang tak bertulang. Mengeluarkan kata-kata yang bagimanapun dari lisan sungguh termat mudahnya. Akan tetapi, apa dampaknya dan bagaimana akibatnya, itulah yang sering tidak terpikirkan. Sepatah kata yang terucap sama sekali tidak akan membuat tubuh seseorang terluka, namun siapa yang tahu kalau justru hatinya yang tersayat-sayat. Atau sebaliknya, sepatah kata yang terucap, justru malah menjadi penyebab si pengucapnya mendapat celaka ataupun selamat, baik ketika di dunia maupun di akhirat kelak.

Rasulullah saw bersabda, “setiap ucapan Bani Adam itu membahayakan dirinya (bukan memberi manfaat), kecuali kata-kata berupa amar ma’ruf nahi munkar dan Dzikrullah ‘Azza wa Jalla!” (HR Trimidzi)


Karenanya, jangan heran kalau hanya disebabkan sepatah dua patah kata saja yang terlontar dari mulut bisa terjadi perkelahian, dua orang saudara bisa bermusuhan, bahkan membuat seseorang mendekam di balik terali besi. Sebaliknya, tidak perlu heran pula bila berkat satu dua patah kata seseorang bisa selamat dari malapetaka yang akan menimpanya.


Apalagi balasan yang akan menimpa kita di akhirat kelak sebagai akibat terpelihara atau tidaknya lisan. “Barang siapa yang memelihara apa yang ada di antara janggutnya (yakni lisannya) dan apa yang ada di antara kedua pahanya (yakni farjinya) karena aku, “ sabda Rosulullah, “niscaya akan kujamin dia masuk surga” (HR Bukhari). Sesungguhnyalah, “Yang paling banyak memasukkan manusia ke dalam neraka adalah dua lubang, yaitu mulut dan farji” (HR Tirmidzi).Dengan demikian, hendaknya kita selalu berhati-hati dengan lisan. Setiap kata yang hendak diucapkan hendaknya terlebih dahulu dipikirkan masak-masak. Sekiranya kata-kata yang akan terucapkan itu tidak ada manfaatnya, sebaiknya kita memilih diam. Rosulullah saw bersabda, “Barang siapa yang beriman kepada Allah dan hari akhir, hendaknya ia mengucapkan kata-kata yang baik atau diam” (HR Bukhari Muslim)


Lidah, tanda tenaga dan tanpa biaya bisa kita gerakkan setiap saat. Barang siapa di antara kita terlampau banyak bicara, akan sangat cepat mengeraskan hati. Orang yang paling beruntung di dunia ini adalah “fal yaqul khairan au liyashmut” – orang yang sangat bisa memperhitungkan setiap kata-kataya. Barang siapa yang berpiirnya lebih banyk daripada bicaranya, insyaAllah, kata-katanya akan membersihkan hati.


Hati yang selamat, Subbanallah, siapapun pasti merindukannya. Hati yang selamat tidak ahanya akan menyelamatkannya di dunia, tetapi juga di yaumil hisab nanti. Yakni, “Yauma laa yanfa’u maalun walaa banuun, illaa man atallaaha bi qalbin saliim” (QS Asy Syu’ara [26] : 88-89). Pada hari ketika harta dan anak-anak tidak lagi bermanfaat, kecuali hati yang selamat!
Dari Buku Bening Hati KH Abdullah Gymnastiar oleh Basyar Isya

Thursday, May 12, 2011

PERNAHKAH KITA SEBAK MENANGIS MENGINGATI ALLAH

Doa menghubungkan seseorang hamba kepada ALLAH. Banyakkanlah berdoa, kerana semakin bertambah permintaan yang dilafazkan kepada ALLAH, insya ALLAH kasih sayang-Nya turut bertambah. Pada masa berdoa, menangislah dengan sepuas-puasnya kerana tangisan itu sedang dilakukan di hadapan ALLAH s.w.t.

Assalaa mu'alaikum w.b.t.,

Pernahkah Kita Sebak Menangis Mengingati ALLAH?


Kita semua dibekalkan fitrah berperasaan. Ada kalanya gembira bertakhta di hati, ada masa yang lain pula sedih bertandang.


Menangis pula sering dihubungkan dengan perasaan sedih, takut, dan bimbang. Tidak kurang juga yang menangis kerana kegembiraan.


Kita sebagaimana manusia biasa pun semestinya pernah menangis. Ini suatu kebiasaan.


Apakah sebabnya kita menangis? Ada banyak sebabnya.


Satu soalan yang kita tujukan kepada diri sendiri, pernahkah kita sebak menangis mengingati ALLAH?


Kita dipujuk untuk sentiasa melatih diri untuk membiasakan tangisan mengingati ALLAH. Tangisan sebegini adalah tidak sia-sia. Diri dipupuk untuk mengagungkan-Nya.

Rasulullah s.a.w. sendiri menangis mengangungkan ALLAH s.w.t.


Rasulullah s.a.w. sendiri kerap menangis mengagungkan ALLAH, mengenangkan bencana dan azab ALLAH yang akan ditimpa kerana kemungkaran umat Baginda s.a.w.


Begitu juga sebaik-baik generasi yang dididik oleh Baginda s.a.w. sendiri, tangisan menjadi kebiasaan bagi mereka dalam hal-hal yang menghubungkan diri kepada ALLAH.


Susah Nak Menangis, Hati Masih Ada Tak Kena


Andai rasa susah untuk menangis, mesti ada yang tak kena dalam hati kita. Ada yang masih kotor dan belum dibersihkan.


Tangisan Istimewa, Datang daripada Hati Bersih yang Benar-benar Mengagungkan ALLAH s.w.t.


Tangisan yang istimewa ialah tangisan seorang hamba yang benar-benar datang dari dalam hatinya, kemudian berderai-derai air mata mengalir. Basah kelopak mata, hidung dan pipi. Tangisan ini tidak dapat lagi dikawal apabila sudah dikuasai perasaan khasyatullah (takut akan ALLAH), benar-benar berharap ALLAH sudi memandang kepadanya, mendengar dan menjawab pengaduan yang dibuat. Tangisan sebegini tidak dapat ditahan lagi apabila hati sudah benar-benar tertumpu bagi ingatan kepada ALLAH.


Dosa Terlalu Banyak, Masih Tidak Selesai, Tidak Terhitung, Bak Gunung yang akan Menghempap Diri


Ingatan kepada ALLAH itu benar-benar membawa dirinya jauh mengakui kelemahan diri. Mengakui dosa-dosa yang dilakukan pada masa silam dan akan datang. Dosa-dosa itu pula tidak terhitung, besar bak gunung yang akan menghempapnya.


Diri kemudiannya terasa seolah-olah sekejap sahaja lagi akan dibawa kepada penyeksaan. Penyeksaan baik di kubur atau di neraka, sebagai balasan kepada segala dosa dan perbuatan yang telah dilakukan.


Air mata pun bertambah deras. Mengingatkan masa-masa lepas yang dibiarkan berlalu dengan sia-sia. Sesal, sungguh kesal. Kesal kerana setiap nafas yang telah diberikan ALLAH itu sungguh berharga. Lebih bernilai daripada daripada dunia dan seisinya.


Selamat atau Tidak Selepas Alam Dunia?


Teresak-esak menangis. Mengenangkan nasib diri setelah berangkat meninggalkan alam dunia ini. Sangat kuat hati menjerit, bertanya: "Adakah aku akan selamat atau tidak?"


Pengadilan ALLAH, Sudah Tidak Mampu Lagi Menafikan Bukti yang Tersimpan Rapi


Hati terus kuat menangis, air mata terus mengalir. Teringat khabar yang telah dibawa Nabi Muhammad s.a.w. . Suasana kebangkitan dan pengadilan di mahsyar nanti penuh dengan ketakutan dan kegusaran. Semuanya akan diadili oleh Qodhi Rabbul Jalil. Amat teliti. Tiada satu apa pun akan terlepas. Semuanya ada balasan setimpal.


Takut, sungguh takut. Adakah amalan yang dibawa diterima oleh Allah? Atau amalan tersebut menyebabkan diri terhumban ke dalam neraka.


Memang banyak. Lebih banyak ingatan sebegini, maka lebih panjang tangisan itu.


Kemuncaknya, Benar-benar Mahu ALLAH Mengampunkan dan Menyelamatkan Diri


Antara kemuncak dalam tangisan itu, hati memang menjerit-jerit meminta ALLAH mendegar permohonan dan memperkenankannya. Diminta supaya diselamatkan diri, ahli keluarga serta umat Islam lain daripada segala bahaya dan seksaan di akhirat. Kerana ALLAH s.w.t. sahaja yang berkuasa dan layak melaksanakannya.


Sabda Baginda s.a.w. , terjemahannya:

Daripada Abu Hurairah r.a. berkata: Rasulullah s.a.w. bersabda:


Tidak akan masuk neraka seseorang yang menangis kerana takut kepada ALLAH, sehingga air susu itu kembali ke susu, dan tidaklah berkumpul debu di jalan ALLAH dan asap Jahannam.


Hadits Riwayat At-Tirmidzi dan ia berkata, hadits hasan shahih
.
*Hadits dipetik daripada kitab Tujuan Hidup Para Sufi, Syeikh Muhammad Al-Ghazali.

Itulah ketinggian tangisan kerana takutkan ALLAH s.w.t. !

SOLAT MALAM BAGI MENGELAK KESUNYIAN KUBUR



Pada setiap malam, pada 1/3 penghujungnya adalah antara waktu yang paling hampir bagi seseorang memohon pengampunan dan keselamatan daripada Allah s.w.t. Ada disebutkan dalam hadits bahawa Allah s.w.t. bersedia mendengar permohonan hamba-Nya pada setiap malam waktu 1/3 akhir.

Menunaikan Solat Dua Raka'at Pada Waktu Malam Untuk Menghadapi Kesunyian Kubur

Oleh Al-Ustaz Fathi Yakan dalam kitabnya Bahtera Penyelamat dalam Kehidupan Penda'wah.

Pesanan Rasulullah s.a.w. adalah menggalakkan umatnya mendirikan solat malam. Baginda s.a.w. menjelaskan bahawa keutamaan 'ibadah solat pada waktu malam amat besar dalam kehidupan di dunia dan di akhirat. Baginda menyatakan:


وصل ركعتين في ظلمة الليل لو حشة القبور


Maksudnya:

"Tunaikanlah solat dua raka'at dalam kegelapan malam, demi kesunyian di kubur."

Solat ialah penggerak utama kebangunan Nubuwwah. Hal ini bermula dengan (يا ايها المزمل) dan berakhir dengan (يا ايها المدثرقم فانذر).

Solat malam tidak dapat ditandingi oleh sebarang 'ibadah. Solat malam membekalkan para mukmin dengan potensi dan daya juang yang tidak dapat digambarkan hebatnya. Itulah kurniaan Allah dan pemberian-Nya. Kenyataan ini diperkuatkan oleh firman Allah:

Maksudnya:

"Sesungguhnya jiwa (orang) yang terbentuk pada waktu malam itu lebih mantap (keperibadiannya) dan lebih jitu kata-katanya."


Surah Al-Muzzammil: ayat 6

Rasulullah s.a.w. pada suatu ketika pernah menjelaskan keutamaan dan fadhilat solat malam. Baginda s.a.w. menyatakan yang maksudnya berbunyi:


"Hendaklah kalian mengerjakan solat pada waktu malam, justeru itu ialah amalan orang-orang soleh sebelum kamu dan yang mendekatkan kamu kepada Tuhanmu. Ia penebus segala dosa, pencegah daripada segala keburukan. Ia dapat menghapuskan penyakit yang ada dalam badan seseorang."


Hadits riwayat Tabarani dan Tarmizi
Diriwayatkan bahawa Jibril datang menemui Nabi s.a.w. . Beliau berkata kepada Baginda s.a.w. yang terjemahannya berbunyi:


"Hai Muhammad, hiduplah seperti mana yang engkau mahu, namun engkau pasti akan mati. Berbuatlah apa yang kau mahu, namun engkau pasti berpisah dengannya. Ketahuilah bahawa keutamaan seseorang mukmin itu adalah dengan qiamullail (solat malam), manakala kemuliaannya adalah dengan sikap berdikari (tidak bergantung kepada orang lain)."

Hadits Riwayat Tabrani
Dengan huraian ini, jelas kepada kita bahawa solat malam dapat membentuk para da'ie menjadi hamba Allah yang 'Rabbani', kerap berhubung dengan Allah, berjiwa cerah, mempunyai hati yang peka, kewaspadaan yang tinggi serta kekritisan daya berfikir.


Jika seseorang itu tidak bersifat dengan sifat-sifat di atas, maka ia bukanlah da'ie. Bencana yang menimpa Islam kini adalah kerana adanya golongan-golongan penda'wah yang tidak mempunyai ciri-ciri, sifat-sifat dan akhlak penda'wah yang sebenar sepertimana yang sewajarnya.


Selain daripada itu solat malam tidak akan dapat dijadikan amalan kebiasaan kecuali dengan menggagahkan diri, melawan syaitan dan nafsu, khasnya pada peringkat awal. Rasulullah s.a.w. dalam menggambarkan dalaman ini pernah bersabda yang terjemahannya berbunyi:


"Apabila seseorang hendak menunaikan solat malam, datanglah malaikat seraya berkata kepadanya: Bangunlah, hari telah pagi, solat dan ingatlah Tuhanmu. Syaitan pun datang memujuknya. Malam masih panjang, engkau boleh tidur lagi, nanti engkau boleh bangun. Kalau ia bingkas dari tempat tidurnya bersolat, maka badannya akan menjadi ringan (cergas) dan sihat. Kalau ia patuh kepada syaitan, tidur hingga ke siang, syaitan akan kencing di dalam telinganya."


Hadits Riwayat Tabrani

Rasulullah s.a.w. mengaitkan antara solat antara solat tengah malam dengan mendapat ketenangan dan kedamaian jiwa di dalam kubur. Baginda s.a.w. mengatakan:

"Orang yang mencerahkan malamnya dengan 'ibadah dan patuh kepada Allah, nescaya Allah akan menerangkan kuburnya dengan rahmat dan kurniaan-Nya."

Wahai, alangkah hebatnya kurnia dan ganjaran Allah terhadap hamba-Nya. Dengan beberapa raka'at yang dikerjakan pada waktu malam, ia boleh selamat daripada seksa kubur, kesepian dan kelengannya. Ia akan merasa sejahtera dan damai.


Selamatlah orang-orang yang tidak nyenyak tidurnya kerana 'ibadah. Selamatlah mereka daripada kesengsaraan kesepian dalam kubur. Sesungguhnya suasana di dalam kubur amat sepi dan penuh denga penanggungannya.


Rasulullah s.a.w. pernah membayangkan tentang kubur dan seksanya. Baginda s.a.w. mengatakan yang terjemahannya:

"Kubur ialah anak tangga pertama ke akhirat. Jika seseorang boleh selamat (daripada seksanya), maka peringkat selepas itu akan lebih mudah. Tetapi kalau ia tidak selamat, maka apa yang akan dihadapinya selepas itu lebih payah."


Mujahid mengatakan: "Yang pertama menyapa si mati ialah lubang kuburnya. Ia mengatakan: Akulah rumah ulat dan cacing-cacing, rumah sepi, gelap dan keseorangan. Inilah persiapanku untukmu, apakah pula yang engkau persiapkan untukku?"


Rasulullah s.a.w. menerangkan yang terjemahannya:


"Apabila seseorang manusia meninggal dunia, (setelah dikuburkan) maka datanglah dua malaikat kehitaman dan kebiruan warna mereka. Mereka dikenali sebagai Munkar dan Nakir. Kedua-duanya bertanya pada orang tersebut: Apa katamu (pandanganmu) terhadap Nabi? Sekiranya ia beriman, ia menjawab: Nabi ialah hamba Allah dan Rasul-Nya, saya naik saksi bahawa tiada Tuhan melainkan Allah dan Muhammad Rasulullah. Kedua-duanya lantas berkata: Kami memang tahu, engkau dahulu pun mengucap syahadat itu. Kemudian kuburnya dilapangkan seluas tujuh puluh hasta kali tujuh puluh hasta serta diterangkan kuburnya. Sekiranya ia seorang yang munafiq, ia menjawab: Saya tidak tahu, saya pernah mendengar orang mengatakan sesuatu dan saya mengatakannya. Kedua-dua malaikat itupun berkata: Kami pun memang tahu engkau ada mengata-ngatakan yang demikian. Kemudian diperintahkan kepada bumi supaya menghimpitnya sehingga berselang-seli tulang belulangnya."


Rasulullah s.a.w. pernah bersabda yang terjemahannya:
"Apabila seorang itu hendak dihimpit di dalam kuburnya dari sebelah kepalanya, maka datanglah 'ibadat tilawatul Quran (yang telah dilakukan semasa di dunia) menghalangnya. Apabila himpitan itu datang daripada depannya, ia dihalang oleh 'ibadat sedekahnya, dan apabila itu datang dari arah kakinya, ia dihalang oleh ('ibadah) pemergiannya ke masjid-masjid."


Dalam masa yang lain, Rasulullah s.a.w. pernah menceritakan kandungan shahifa Musa. Baginda s.a.w. berkata yang terjemahannya:

"Dalam shahifa Musa, kandungannya penuh dengan ibarat dan pengajaran. Antaranya: Aku merasa aneh terhadap orang yang yakin akan mati tetapi ia bergembira, orang yang yakin dengan neraka tetapi ia masih ketawa, orang yang yakin dengan qadar tetapi masih menolaknya. Aku merasa aneh melihat orang yang menginsafi hakikat dunia dan melihat sendiri akan putaran rodanya terhadap penghuni-penghuninya, tetapi ia masih merasa lega untuk merangkulnya. Aku hairan kepada orang yang yakin dengan perhitungan Allah kelak (Hari Qiamat) tetapi ia tidak berbuat apa."






http://ikhwanzhaki.blogspot.com/2010/03/solat-malam-bagi-mengelakkan-kesunyian.html

BILAKAH HARTA PERLU DIBELANJAKAN UNTUK KEBAIKAN






Bersedeqah tidak mengurangkan harta kita. Bahkan apa yang disedeqahkan menjadi harta milik kita (pahalanya akan diperoleh dan akan dibawa apabila menghadap Allah kelak). Usah risau kecil atau besar nilai sedeqah itu pada pandangan manusia, kerana pada sisi Allah ada nilaian yang jauh lebih istimewa.

Assalaa mu'alaikum w.b.t.,

Bilakah Harta Kita Perlu Dibelanjakan Untuk Kebaikan?
Harta yang kita miliki adalah kurniaan, pinjaman dan juga ujian kepada kita. Kita dianjurkan untuk membelanjakan harta tersebut pada jalan kebaikan. Sungguh beruntung bagi kita selaku umat Nabi Muhammad s.a.w. yang beriman, seandainya kita membelanjakan harta tersebut untuk jalan Allah semasa berada di dunia ini, sebelum tibanya hari kiamat. Sebelum tibanya hari kiamat di sini juga dapat kita fahami sebagai sebelum nyawa kita diambil oleh malaikat Izrail.

Ada ayat al-Quran berkenaan perintah untuk membelanjakan harta semasa kita masih berada dalam kehidupan di dunia ini.


Firman Allah s.w.t. yang berbunyi:
Terjemahannya:
"Wahai orang-orang yang beriman! Infaqkanlah sebahagian rezeki yang telah Kami berikan kepada kamu sebelum datang hari ketika tidak ada lagi jual beli, tidak ada lagi persahabatan, dan tidak ada lagi syafaat. Orang-orang kafir itulah orang yang zalim."


Surah Al-Baqarah ayat 254
Suruhan dan perintah ALLAH kepada kita dalam Al-Quran pasti mempunyai pelbagai kemuliaan dan ketinggian kedudukannya.

Pelbagai Keistimewaan Dijanjikan kepada Orang Dermawan

1.Syurga ialah Tempat bagi Para Dermawan

Daripada Anas bin Malik r.a. memberitakan Nabi s.a.w. bersabda:

Ertinya:
"Syurga itu ialah negeri bagi para dermawan."


Hadits Riwayat Ibnu 'Adi dan Al-Qudha'i: Marfu'

2.Sedeqah Tidak Mengurangkan Harta

Daripada Abu Hurairah r.a., Rasulullah s.a.w. bersabda:

Terjemahannya:


"Tiadalah akan berkurangan harta dengan sebab bersedeqah."


Hadits Riwayat Ahmad dan Muslim




Jika kita berfikir dengan akal pemikiran manusia yang cetek dan terbatas, mungkin janji Allah ini dilihat sebagai pencanggahan dengan norma kebiasaan alam ini.


Hukum manusia mungkin menyatakan sifir harta yang dibelanja dan diberikan kepada orang lain akan berkurangan.


Di sinilah datangnya peranan 'iman dan 'aqidah. Keyakinan yang utuh akan perkara yang tidak dapat dilihat dengan mata kasar di dunia ini pastinya mengatasi kebiasaan akal manusia yang terhad kepada alam dunia.


'Ulama ada menyatakan juga bahawa harta yang dibelanjakan pada jalan ALLAH dan secara halal sebenarnya adalah harta milik kita. Harta yang belum dibelanjakan dengan cara mulia tersebut sebenarnya bukan milik kita, tetapi milik Allah. Harta tersebut menjadi ujian kepada kita.


Bagaimanakah dikatakan harta yang diinfaqkan dengan halal pada jalan ALLAH menjadi harta milik kita? 'Ulama menyebut, harta yang terguna dengan cara tersebut dikurniakan pahala. Pahala tersebut pula akan dibawa untuk pertemuan dengan ALLAH kelak nanti.


Dalam Al-Quran ditegaskan perkaitan antara iman dan 'amal dalam banyak ayat. Iman semata-mata masih belum cukup kepada kita jika tiada 'amal yang menjadi manifestasi, pembuktian iman seseorang itu.


Maka, kita cuba untuk mengamalkannya. Kita meyakini perkhabaran daripada Allah ini, disampaikan melalui lidah Rasul-Nya dengan keimanan yang sejati. Kita cuba buktikan dengan 'amal. Insya Allah, akan tiba satu peringkat terasa kemanisan iman, kepuasan perasaan ruhaniyah hasil daripada gandingan utuh antara iman dan amal.


Seorang murabbi dengan ikhlas dan sangat bermotivasi memberikan nasihat kepada anak muridnya untuk sentiasa mengamalkan sedeqah, walaupun jumlah sedeqah itu kecil. Sesuaikan jumlah sedeqah dengan kemampuan ekonomi kita. Munasabah bagi seorang yang miskin bersedeqah sebanyak 10 sen, sebagai contoh. Namun 10 sen ini tidak munasabah bagi orang yang kaya hartanya.


Lebih dekat lagi untuk konteks pelajar, cuba tanamkan kesungguhan untuk sentiasa beristiqamah dengan amalan bersedeqah. Andai ada sahaja peluang bersedeqah, cuba ambil tawaran istimewa tersebut. Jangan rasa kecil diri, walau sumbangan kita amat kecil jumlahnya, kerana penilaian itu sebenarnya dibuat oleh ALLAH s.w.t yang Maha Adil.


'Ada disebutkan: Sedeqah satu dirham boleh menyaingi sedeqah 1000 dirham, ya'ni sedeqah satu dirham itu dilakukan oleh orang yang miskin tetapi ikhlas, dia melakukan sedeqah itu dengan terbaik pada kemampuannya. Sedeqah 1000 dirham itu pula dilakukan oleh orang yang sememangnya mempunyai kelebihan dalam harta bendanya.

Insya Allah, semoga kita memahami ilmu ini dan mengamalkannya dengan ikhlas dan berterusan hingga akhir hayat.

Ada disebutkan: Belajar ilmu itu urusan kita, memberi faham itu urusan ALLAH.

http://ikhwanzhaki.blogspot.com/search/label/Bekal%20Perjalanan

JANGAN JADI BANGKAI PADA WAKTU MALAM


BANGKAI MALAM DAN HIMAR SIANG


Daripada Abu Hurairah ra berkata: Rasulullah bersabda kepada ku:


إِنَّ اللهَ يَبْغُضُ كُلَّ جَعْظَرِيٍّ جَوَّاظٍ صَخَّابٍ فِي الْأَسْوَاقِ جِيْفَةٍ بِاللَّيْلِ حِمَارٍ بِالنَّهَارِ عَالِمٍ بِأَمْرِ الدُّنْيَا جَاهِلٍ بِأَمْرِ الْآخِرَةِ


“ Sesungguhnya Allah benci setiap manusia yang kasar (suara dan tingkah laku), kuat makan, bising semasa di pasar, tidak bangun solat malam seperti bangkai, berkerja keras pada waktu siang seperti himar, amat mengetahui tentang ilmu dunia dan jahil tentang akhirat.”


Hadis riwayat Ibnu Hibban (72), Baihaqi (Sunan) dan Asbahani. Syeikh Syuaib berkata: Sanad hadis ini kuat.


Imam Munziri meletakkan hadis di bawah tajuk “MEMBERI PERINGATAN BURUK KEPADA MANUSIA YANG TIDUR SAMPAI SUBUH DAN TIDAK BANGUN BERQIAMULLAIL”


Dr Yusuf Qardawi menerangkan makna “tidak bangun tahajud seumpama bangkai”:
“ Manusia ini diumpamakan bangkai pada waktu malam kerana tidur adalah salah satu bentuk mati.”


SPECIAL TIME FOR HIS SLAVES


Oleh itu Allah benci manusia yang tidur pada waktu malam tanpa bangun untuk bertahajud dan bermunajat kepadanya. Sedangkan Allah khususkan di penghujung malam untuk hamba-hambanya mengadu dan bermunajat kepadanya. Rasulullah saw bersabda:


ينزل ربنا تبارك وتعالى كل ليلة إلى سماء الدنيا حين يبقى ثلث الليل الآخر قيقول : من يدعوني فأستجيب له؟ ومن يسألني فأعطيه؟ ومن يستغفرني فأغفر له


“ Allah swt turun pada setiap malam ke langit dunia ketika sepertiga malam yang terakhir. Tuhan berkata “ Siapa yang berdoa akan ku perkenankan doanya. Siapa yang meminta kepadaku akan ku berikannya. Sesiapa yang beristighfar maka akan ku ampunkannya”`


Hadis sahih Bukhari dan Muslim

Bayangkan sahabat-sahabat sekiranya seorang penjenayah berat akan diampunkan sekiranya dia merayu kepada Raja pada pukul 3 pagi pasti dia akan pergi waktu tersebut dan menunggu di pintu istana seawal mungkin. Bayanngkan sekiranya Raja menawarkan akan memberi apa sahaja permintaan kita sekiranya kita menghadapnya di awal pagi pasti kita akan menunggu di pintu istana sejak malam lagi. Namun raja segala raja telah memberi tawaran kepada kita pada waktu sebelum subuh tapi kenapa kita masih tidur lagi. Itu kerana kita dikencing oleh syaitan dan diri kita berlumuran dengan dosa.


Kalau kita rasa kita itu sudah baik dan bersih dari dosa (ini adalah penyakit hati) maka anggaplah masa ini masa seorang kekasih bertemu dengan kekasihnya. Adakah seorang lelaki akan disayangi oleh kekasihnya sekiranya selalu terlepas dalam temu janjinya? Kalau setiap hari begini pastilah cinta itu sudah berkubur dan hubungannya akan diputuskan.


KENCING SYAITAN
Apabila diberitahu kepada Nabi saw tentang seorang lelaki yang tidak bangun tahajud dan bangun ketika watu sudah subuh. Nabi saw bersabda:


ذاك الرجل بال الشيطان في أذنيه


“ Lelaki itu telah dikencing syaitan di dua telinganya.”

Hadis sahih Bukhari dan Muslim.


Ini yang bangun waktu subuh. Kalau bangun selepas waktu subuh, apa agaknya najis syaitannya yang masuk? Adakah lubang telinga sahaja atau semua lubang?


BELENGGU DOSA


Fudail bin Iyad berkata:


إذا لم تقدر على قيام الليل وصيام النهار فاعلم أنك مكبول كبلتك معصيتك


“ Apabila kamu tidak mampu untuk bangun tahajud waktu malam dan tidak mampu puasa sunat pada waktu siang maka ketahuilah kamu sudah dibelenggu oleh maksiatmu.”


Oleh itu kita perlu bertaubat sentiasa dan menghindari dari maksiat. Lidah yang penuh maksiat tidak layak untuk bermunajat pada waktu malam. Mata yang penuh maksiat tidak layak untuk berjaga untuk tahajud dan menangis. Kaki dan tangan penuh maksiat tidak mampu untuk digerakkan pada waktu malam untuk bangun bertahajud. Yang penting hati sentiasa ingat benda yang haram tidak layak untuk berjaga dengan segarnya pada waktu malam untuk tahajud.


PASANGAN YANG BERTAHAJJUD
Selain dari itu kita hendaklah mencari teman yang baik atau pasangan yang baik agar dapat mengejutkan kita waktu malam. Nabi saw bersabda:


إذا أيقظ الرجل أهله من الليل فصليا ركعتين جميعا كتبا في الذاكرين والذاكرين
“ Apabila seorang lelaki bangun dan mengejut isterinya pada waktu malam. Lalu mereka solat dua rakaat bersama-sama, kedua-kedua mereka ditulis dikalangan lelaki-lelaki dan wanita-wanita yang sentiasa berzikir kepada Allah swt.”


Hadis riwayat Abu Daud dan Nasaie, Hakim juga riwayat dengan makna hadis yang sama dengan sanad ditashihkan oleh Imam Zahabi.


Oleh itu carilah teman serumah yang mampu mengejutkan kita bertahajjud. Terutamanya orang yang tidak mampu tahajud dan ingin tahajud. Begitu juga hendaklah cari pasangan yang boleh membantu kita bertahajud. Namun kita kena lihat kepad keadaan teman serumah tadi. Kalau subuh pun masih lambat atau luar waktu kita kena usahakan subuh dahulu barulah tahajud.

Ibnu Mas’ud berkata:


إذا فقدنا الرجل في صلاة الصبح وصلاة العشاء في جماعة أسأنا به الظن


“Apabila kami tidak bertemu seorang lelaki ketika solat subuh atau isya berjemaah di masjid , kami akan bersangka buruk kepadannya.”


TIPU DAYA SYAITAN
Janganlah kita bagi alasan kita sibuk buat program, mesyuarat , mengaji, mengajar, study, berdakwah dan lain-lain untuk tidak tahajud dan bangun lewat. Nabi adalah sebaik manusia sebagai pemimpin, pendakwah, Pelajar (mengambil wahyu dari jibril), suami (9 isteri)tetapi Nabi saw tidak pernah meninggalkan tahajud. Aisyah berkata:


أن رسول الله صلى الله عليه وسلم يقوم من الليل حتى تتفطر قدماه


“Sesungguhnya Rasulullah saw bangun bertahajjud pada waktu malam sehingga pecah-pecah kakinya.”


Hadis riwayat Bukhari dan Muslim.
Para khalifah dan Gabenor dikalangan sahabat Nabi saw semuanya memintangkan tahajud sehingga Umar berkata: “Kalau aku tidur waktu malam akan sia-sialah hak Allah.” Salahuddin al-Ayyubi juga amat mementingkan tahajudnya kepada tenteranya sedangkan kita tahu tidak ada kerja lebih teruk dari peperangan. Bila mana beliau melihat ada khemah tentera tidak tahajud, beliau berkata:


فإن أوتينا فمن قبل هولاء نؤتى


“Sekiranya kita didatangi musuh maka musuh akan datang dari pihak mereka (kerena kelemahan mereka) . “ atau pun “ Sekiranya kita dikalahkan maka sebab merekalah kita dikalahkan.


Adakah tanggung jawab kita lebih besar dari Nabi sehingga mana kita jadikan kerja dan tanggung jawab sebagai alasan untuk tidak bertahajud? Adakah kita tidak berdosa seperti Nabi? Kita lebih patut bangun menangis dan bertahajud kerna kita insan yang banyak dosa. Ini semua adalah talbis iblis (tipu daya syaitan) kepada pendakwah dan perkerja-pekerja Islam.


MAHAR BIDADARI
Seorang salafus soleh bermimpi berjumpa dengan bidadari dalam mimpinya. Bidadari berkata:

"Pinanglah aku dan berilah maharnya kepada Tuhan.”

Beliau bertanya:

“Apa maharnya?”

Bidadari menjawab:


“ Lama tahajjud.”


Suatu hari Abu Sulaiman ad-Darani tidur pada waktu malam. Dalam tidurnya, beliau melihat bidadari mengejutnya dan berkata:


“ Adakah engkau tidur (tidak tahajud) hai Abu Sulaiman sedangkan aku menantimu di sebalik tirai sejak 500 tahun.”


KESIMPULAN

TAHAJUD BUKAN SEGALANYA TETAPI KALAU TIDAK MAMPU TAHAJUD MAKA ADA YANG TIDAK KENA PADA HUBUNGAN HAMBA DENGA TUHAN SEMESTA. KADANG-KADANG KITA RASA KITA DAH TAK BUAT DOSA TETAPI TAK MAMPU UNTUK BANGUN. INI SAMA ADA KITA PERLU MENGAJI LAGI UNTUK MENGETAHUI DOSA YANG ADA PELBAGAI BENTUK ATAU PUN SEBAB HATI KITA BERASA SUDAH SEMPURNA DAN INILAH YANG PALING BAHAYA. ORANG YANG RASA SELAMAT DARI NERAKA ADALAH ORANG YANG RUGI SEPERTI DALAM SURAH AL-A’RAF AYAT 99.


“OH TUHAN TERIMA LAH TAUBAT KAMI, JAUHKAN KAMI DARI DOSA DAN LAYAKKAN KAMI UNTUK BERMUNAJATMU DI SEPERTIGA MALAM TERAKHIR DENGAN IKHLAS.”


Rujukan: Al-Muntaqa oleh Qardawi, Lataiful Ma’arif oleh Ibnu Rajab, Sahih Bukhari dan Targhib wat Tarhib oleh Munziri.

Doa kita bersama:

Segala puji milik Tuhan Yang Maha Agung Pemilik Seluruh Alam ini, selawat dan salam atas Rasul Junjungan, Nabi Muhammad s.a.w., ahli keluarga dan para sahabat baginda.

Ya Allah ajarkan kepada kami 'ilmu yang bermanfaat, dan berikan manfaat kepada kami daripada 'ilmu yang Kau ajarkan.

Ya ALLAH, jadikanlah kami, ibu bapa dan keluarga kami serta umat Nabi Muhammad s.a.w. yang lain hamba-Mu yang tetap beristiqamah dan ikhlas mentaati-Mu. Jadikanlah akhir hayat kami dalam husnul khotimah dan melafazkan kalimah tauhid. Selamatkan kami dunia dan akhirat.

Artikel ini ditulis oleh Ustaz Salman Maskuri http://akhisalman.blogspot.com/
Related Posts Plugin for WordPress, Blogger...